This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 September 2017

Tugas 5 Review karya Ilmiah tentang Proyeksi UTM

Proyeksi Peta
Proyeksi Peta adalah pemindahan bentuk bumi ( 3 Dimensi ) yang bulat ke peta bumi yang datar ( 2 Dimensi ) atau perpindahan dari bentuk lengkung ke bidang datar dalam hal ini menjadi sebuah peta

Universal Transvers Mercator
UTM (Universal Transvers Mercator ) Pada system proyeksi dimana menggunakan proyeksi  silinder, konform, secant, transversal yang memotong bumi pada dua meridian standar yang memotong bola bumi pada dua buah meridian, yang disebut dengan meridian standar. Meridian pada pusat zone disebut sebagai meridian tengah.


Macam-macam proyeksi peta :

Proyeksi Peta Azimuthal
Proyeksi azimuthal adalah proyeksi pada bola bumi yg bersinggungan contohnya menyinggung salah satu kutub Daerah kutub dan sekitar kutub misalnya titik pusat kutub, equator, maupun suatu titik tertentu antara kutub dan equator.



Proyeksi Peta Silinder
Proyeksi silinder menggunakan silinder sebagai bidang proyeksinya dan menyinggung bola Bumi. untuk di daerah di ekuator dan sekitar ekuator.


Proyeksi Peta Kerucut
Proyeksi kerucut adalah proyeksi berupa kerucut dan menyinggung salah satu paralel di sekitar lintang tengah.


Salah Satu Contoh Peta Sulawesi Utara beserta keterangannya :





SUMBER :
http://www.ilmusiana.com/2015/08/proyeksi-peta-pengertian-dan-macam.html
https://documents.tips/documents/proyeksi-polyeder.html

SUMBER GAMBAR :
http://www.ipsmudah.com/2017/05/jenis-jenis-proyeksi-peta-ciri-ciri.html
https://www.google.co.id/search?tbs=sbi:AMhZZisInjnXZQH7k3ovMOEUVG9ByCxuDIIP5iTzNusIx5eJHspQjEZi8bqLfVggBoE7HcwkC9VZ0yj7V5Z_1tvcxVj5SI50vwdpSVxWP95zKRC4fnKE8SYx2EJllTyCbYMOWNCMFPDRuKBIWv4Jl0xyvcV_1Q35xAf75Kwzbnzxrvkxu_1vO4F-tyGEt3nvEADOANuIKMjiTFYOA589o6mnP3CPJxjHHlIu_1wYfsrGV5J5mnUjK_11yuEGrnOaalwj_1at6l9ty-A5IUnUJGBhR301cMqXvaBZRzY98IMgXaqjLdK-RHspQZywdor27xvIAefwBqXAtjHo0C_1kss85A9XvSrv0DUHL7aGA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyonBOGC5TAyD3vZoBfvYgZCo3PYDIxjrdL-rh1VkXRVYbUOriyp_CsQ2xT7HPDRYDKyU6CmcYSMd2OF6z7V2X8YO7D-EaLDK0N0_rhyphenhyphen9SzTRpXLZtuOo_67tU8N0h6fAfYHEoNpxIkFc/s1600/UTM.png

Share:

Kamis, 14 September 2017

Tugas 4 : Review Karya Ilmiah Tentang Data Spasial dan Data Atribut

Data Spasial 
Data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference) dimana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Data-data yang diolah dalam sistem informasi geografis (SIG) ini pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut, dimana data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan sedangkan data atribut merupakan data non spasial yang berfungsi menjelaskan berbagai objek pada data spasial tersebut. Dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Bentuk penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam titik (point), garis (line) dan area (polygon). Titik merupakan interpretasi tunggal dari koordinat x,y yang menunjukkan lokasi suatu obyek tertentu seperti ketinggian, lokasi kota, titik ke dalaman, lokasi sarana prasarana, lokasi pengambilan sampel survey dan lain-lain. Garis merupakan sekumpulan titik-titik yang membentuk suatu tampilan memanjang seperti jalan, sungai, kontur ketinggian, kontur ke dalaman, jalur pelayaran dan lain-lain. Sedangkan area adalah kenampakan yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama dan membentuk suatu ruang yang memiliki informasi homogen, misalnya batas daerah, batas penggunaan lahan, pulau, kawasan konservasi, ekosistem terumbu karang, ekosistem mangrove dan lain sebagainya.
Data spasial dapat diperoleh dari beberapa sumber, antara lain :
1. Peta Analog.
Peta analog yaitu peta dalam bentuk cetak, seperti peta topografi, peta LLN (Lingkungan Laut Nasional), peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) dan peta-peta tematik lainnya. Umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi dan kemungkinan besar memiliki referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya. Sebagai sumber data dalam SIG, peta analog harus dikonversi menjadi peta digital. Caranya dengan mengubah format raster menjadi format vektor melalui proses digitasi sehingga dapat mereferensikan koordinat sebenarnya di permukaan bumi.
2. Data Penginderaan Jauh.
Data penginderaan jauh seperti citra satelit, foto udara dan sebagainya, merupakan salah satu sumber data yang terpenting bagi SIG. Karena sifat datanya yang tersedia secara berkala serta bisa mencakup area tertentu yang diinginkan. Dengan beragamnya satelit di ruang angkasa dengan spesifikasi masing-masing, bisa diperoleh berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Melalui metode pengolahan data tertentu, data citra satelit dapat menampilkan informasi yang dibutuhkan seperti suhu perairan, kandungan klorofil perairan dan sebagainya. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster.
3. Data Hasil Pengukuran Lapangan.
Data hasil pengukuran lapangan merupakan data yang dihasilkan berdasarkan metode pengukuran dan perhitungan tersendiri. Pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut, contohnya nilai parameter fisika-kimia-biologi kualitas perairan, persentase tutupan terumbu karang, kerapatan mangrove dan lain-lain. Untuk membuat data-data hasil pengukuran ini bisa digunakan dalam SIG, maka harus dimasukkan informasi spasial ke dalam data tersebut, yaitu koordinat lokasi pengambilan sampel.
4. Data GPS (Global Positioning System).
Teknologi GPS telah memberikan terobosan penting dalam penyediaan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data-data yang dapat diperoleh dengan menggunakan GPS diantaranya adalah data poin yang menunjukkan lokasi dari tempat-tempat tertentu (point of interest). Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor.
5. Data Bereferensi Spasial Lainnya.
Data lain yang memiliki referensi spasial seperti batas administrasi wilayah dapat dijadikan sebagai sumber data atribut dalam data SIG. Umumnya data ini bersifat tabular dan berisi segala macam informasi dari berbagai bidang, termasuk kelautan dan perikanan, di daerah administrasi tertentu misalnya seperti data-data statistik kabupaten/kota dan provinsi. Dengan menggunakan informasi batas administrasi pada data-data tersebut, selanjutnya data dapat digabungkan ke data spasial batas administrasi sebagai atribut tambahan yang kemudian dapat digunakan untuk visualisasi data yang lebih informatif.

Data Atribut
Data yang terdapat pada ruang atau tempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan dan tabular (data yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut dapat dilihat dari segi kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi kuantitas, misalnya jumlah pohon.

Sumber :
https://karyatulisilmiah.com/pengertian-data-spasial/
http://www.grizenzio.com/2017/04/makalah-sistem-informasi-geografis.html

Share:

Rabu, 06 September 2017

Tugas 3 : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN DAN PENGARSIPAN ASET PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DAN D.I.Y

Metodologi penelitian dapat diartikan ilmu yang dilewati untuk mencapai pemahaman
tertentu. Dalam pembuatan aplikasi ini metodelogi yang di gunakan adalah metodologi waterfall
oleh Sammerville Ian 2009[9].
a. Requirements Definition
b. System and Software Design
c. Implementation and Unit Testing
d. Integration and System Testing
e. Operation and Maintenance

Perancangan Sistem
Dalam tahap ini, kami menggunakan structural design, yaitu dengan menggunakan DFD, yang sebelumnya didahului dengan merancangDiagram konteks terlebih dahulu. Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks tersebut menggambarkan suatu bagan aliran data yang dijabarkan secara global. Pada diagram konteks ini, aliran data dijabarkan secara global yang menggambarkan aliran data yang bersumber pada administrator yang melakukan proses pengolahan data. Sistem Informasi Geografis Pendataan dan Pengarsipan Aset PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan D.I.Y dimulai dengan mengolah data-data yang dimasukkan dan dilakukan oleh administrator.
Sistem dimulai dengan memasukkan data-data master, kemudian data digitasi dan laporanlaporan yang akan dihasilkan. Semua data-data tersebut akan diproses untuk dijadikan sebuah informasi dan laporan yang dibutuhkan.

Dari hasil perancangan, maka akan dibuat sebuah aplikasi Sistem Informasi Pendataan dan Pengarsipan Aset PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY untuk membantu PLN dalam melayani masyarakat. Hasil capture aplikasi seperti gambar dibawah ini.


Kesimpulan
Dari hasil analisisa dan perancangan, serta implementasi dan pembahasan pada bab
sebelumnya dalam skripsi ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
(1) Menghasilkan sistem informasi geografis secara online di PT. PLN (Persero) Distribusi
Jateng D.I.Y dengan MAP API V3.
(2) Dalam aplikasi memuat data lokasi berupa lokasi pembangkit listrik, Gardu Distribusi,
Kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan D.I.Y, SUTET, SUTT, Tiang SUTET,
tiang SUTT.
Kesimpulan
Dari hasil analisisa dan perancangan, serta implementasi dan pembahasan pada bab
sebelumnya dalam skripsi ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
(1) Menghasilkan sistem informasi geografis secara online di PT. PLN (Persero) Distribusi
Jateng D.I.Y dengan MAP API V3.
(2) Dalam aplikasi memuat data lokasi berupa lokasi pembangkit listrik, Gardu Distribusi,
Kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan D.I.Y, SUTET, SUTT, Tiang SUTET,
tiang SUTT.

DAFTAR PUSTAKA
Yeyep Yousman, 2004. Sistem Informasi Geografis dengan MapInfo Profesional. Andi
Yogyakarta. ISBN/ISSN, 979-731-417-0
Iswahyudi, 2013. Database Visual Asset Jaringan Distribusi Untuk Mendukung Peningkatan
Kinerja Perusahaan. Pelatian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Udiklat Pandaan PLN (Persero)
Jember.
Dwi Atika. 2008. “Membuat Database Tanah di PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY.
(Pelatihan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY”. Telaah Staff PT. PLN (Persero)
Distribusi Jateng dan DIY Yogyakarta.
Faya mahdia, Fiftin Noviyanto. 2013. “Pemanfaatkan Google MAP API untuk Pembangunan
Sistem Informasi Manajemen Bantuan Logistik Pasca Bencana Alam Berbasis Mobile Web”,
Jurnal Sarjana Teknik Informatika Volume 1 Nomor 1, Juni 2013. e-ISSN: 2338-5197.
Sammerville Ian, 2009. Software engineering,ebook. ISBN 10: 0-13-703515-2.

Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Tugas 5 Review karya Ilmiah tentang Proyeksi UTM

Proyeksi Peta Proyeksi Peta adalah pemindahan bentuk bumi ( 3 Dimensi ) yang bulat ke peta bumi yang datar ( 2 Dimensi ) atau perpindahan d...

Blogger templates